Walaupun santai, seorang
pengemudi harus tetap membiasakan diri untuk waspada. Tingkat kewaspadaan ini
harus terus menerus dilatih salah satunya yaitu dengan menerapkan 5 panduan
wajib untuk berkendara dengan aman. Seperti yang di muat
dalam autocarindonesia.com (22/9/2015), seorang pengemudi harus mampu melihat
potensi bahaya di sekelilingnya salah satunya bisa dengan menerapkan metode SEE
(Search Evaluat Execute).
Sesuai dengan namanya,
metode ini diawali dengan langkah Search di mana seorang pengemudi diharapkan
mampu melihat potensi bahaya disekelilingnya dengan memperhatikan urutan yang
terjauh terlebih dahulu. Setelah itu Evaluate atau
evaluasi objek yang berpotensi bahaya itu ketika mulai mendekat. Pada saat ini
mulailah melihat resiko bahaya objek tersebut.
Baru setelah itu terapkan
langkah Execute atau bereaksi yaitu menghindar yang benar untuk keselamatan.
Teknik ini membantu pengemudi untuk selalu bersikap proaktif dan waspada akan
keamanan selama berkendara. Langkah selanjutnya yaitu
dengan menjaga mata untuk terus bergerak mengedarkan pandangan pada saat
mengemudi. Hal ini dipercaya dapat menjaga tingkat kewaspadaan.
Adapun metode
yang harus dilakukan yaitu dua detik melihat objek di depan spion kiri atau
kanan, satu detik melihat objek depan dan spion tengah, dan yang terakhir satu
detik melihat objek depan dan indicator dashboard. Cara ini terus dilakukan
secara berulang-ulang selama mengemudi. Adapun langkah berikutnya
yang bisa dilakukan adalah mengemudi sambil berbicara dan melihat potensi
bahaya atau commentary driving.
Pengemudi disarankan
untuk mengidentifikasikan semua hal yang berpotensi bahaya dari bentuk visual
ke dalam bentuk bahasa. Selain untuk meningkatkan konsentrasi ketika mengemudi,
metode ini juga bisa mengurangi rasa bosan dan ngantuk saat berkendara. Metode lainnya yaitu 4
second rules atau reaksi dalam 4 detik. Dalam metode ini, seorang pengemudi
harus memiliki asumsi reaksi yang timbul. Adapun komposisi reaksi tersebut
adalah satu detik reaksi manusia, satu detik reaksi kendaraan, satu detik
reaksi rem/slip dan satu detik reaksi keselamatan.
Cara menerapkan metode
ini adalah pengemudi harus menyesuaikan kecepatan kendaraan yang dikemudikan
dengan kendaraan yang ada di depan. Kemudian, ambil satu patokan objek statis
di depan seperti tiang listrik atau pohon. Ketika patokan tersebut
sejajar dengan kendaraan di depan mulailah menghitung satu detik dan
seterusnya. Pada saat kendaraan yang dikemudikan telah sejajar dengan patokan
tersebut , pengemudi harus ada di hitungan detik ke- 4.
Tujuan dari metode ini
adalah untuk menjaga jarak aman supaya mobil mendapat ruang untuk menghindaar. Yang terakhir dan tidak
kalah penting yaitu berkomunikasi dengan sesama pengguna jalan. Pengemudi bisa
memanfaatkan alat komunikasi pada mobil seperti lampu warna merah saat
mengerem, menyalakan lampu dekat atau jauh pada saat pandangan terbatas karena
cuaca buruk atau malam hari, menyalakan lampu hazard pada saat kendaraan
bermasalah dan sedang berada di bahu jalan, menyalakan lampu sign saat akan
berbelok dan membunyikan klakson saat akan maju, mundur, atau saat berada di
persimpangan tanpa rambu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar